makanan anak ulat hongkong

Cirebon Diserang Ulat 5 Makanan Enak Ini Justru Terbuat Dari Ulat Cirebon Diserang Ulat 5 Makanan Enak Ini Justru Terbuat Dari Ulat

Infomakanan.com – Belum lama ini masyarakat Cirebon resah dengan serangan ribuan ulat. Di samping itu, masyarakat di beberapa daerah justru mengolah ulat jadi santapan enak. Teror ribuan ulat yang muncul secara tiba-tiba membuat masyarakat cirebon bergidik. Tampilan ulat yang menjijikan ini membuat orang geli dan menghindari. Tapi untuk jenis ulat tertentu ternyata justru bisa diolah jadi makanan enak. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut aneka makanan yang terbuat dari bahan dasar ulat. Ulat sagu jadi makanan yang cukup populer di Indonesia bagian timur. Ulat dengan bentuk tubuh gemuk ini biasa hidup di batang pohon sagu yang sudah mati.

Ulat sagu yang merupakan larva dari kumbang sagu ini punya rasa yang gurih dan lezat. Masyarakat Maluku hingga Papua kerap menyantap ulat ini dalam keadaan hidup. Tapi ada juga yang memasaknya dengan cara ditumis atau dibakar. Membayangkan ulat bulu saja sudah bikin bergidik, apalagi membayangkan menyantap ulat bulu. Tapi di Purworejo, Jawa Tengah dan Bali, ada beberapa masyarakat yang gemar mengolah ulat bulu jadi santapan enak.

Ulat bulu dan kepompongnya biasa dijadikan sate atau digoreng. Tentu saja ulat bulu yang satu ini berasal dari jenis yang aman dikonsumsi dan tidak beracun. Tak hanya ulat bulu saja, di Jawa Tengah dan Jawa Timur ada juga yang mengolah jenis ulat jati. Ulat jenis ini banyak hidup di pohon jati jadi masyarakat sekitar hutan jati sudah terbiasa mengolah dan menyantapnya sebagai camilan atau lauk makan. Ulat jati atau entung bermunculan saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Tak hanya dijadikan konsumsi biasa, ulat jati juga kerap dijual di pasar. Biasanya ulat jati dimasak dengan cara dioseng dengan bawang dan cabai. Tak hanya di Indonesia, ulat juga kerap jadi sajian makanan di berbagai negara seperti Korea salah satunya. Ulat sutera dan kepompongnya biasa dimasak menjadi hidangan yang dikenal dengan sebutan beondegi.

Ulat sutera akan dimasak dengan cara direbus bersama aneka bumbu. Biasanya olahan ulat ini dijual sebagai jajanan pinggir jalan. Saking populernya, olahan ulat ini juga banyak dijual dalam kemasan kaleng. Di Indonesia, jenis ulat ini biasa jadi makanan burung tapi di Korea dijadikan makanan manusia. Ulat yang dikenal dengan sebutan mealworm ini biasa disajikan sebagai pelengkap berbagai makanan mulai dari bubur, pizza, pasta dan lainnya. Hasil penelitian mengungkapkan kalau ulat jenis ini mengandung banyak protein. Tak heran ada pakar diet yang menyarankan menyantap ulat ini sebagai asupan makanan khusus diet.

Meski tanpa daging tapi paduan aci yang kenyal dengan bumbu gurihnya memberikan sensasi makan yang bisa buat kamu ketagihan. Sekarang, cilok bahkan sudah dimodifikasi dengan aneka isian yang menggoda selera, seperti cilok isi keju, telur puyuh dan bahkan irisan cabe rawit! Cilor bisa dibilang merupakan anak bungsu dari keluarga jajanan aci karena masih tergolong baru. Cilor memiliki nama lengkap cilok telor, yang maksudnya adalah menggoreng cilok dengan telor. Tampilan cilor bermacam-macam, mulai dari yang dibentuk seperti sate telur gulung sampai yang disajikan dalam mangkuk berkuah pedas. Semuanya sama-sama enak dan bikin ketagihan! Jajanan yang satu ini memang lagi hits di kalangan anak muda. Seblak terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan campuran bumbu bawang dan cabai sehingga menghasilkan hidangan berkuah yang unik. Kerupuknya memberikan tekstur kenyal yang pas dicampur dengan kuah pedas. Seblak terkadang dicampur dengan ceker, ayam, telur dan tambahan topping sosis serta keju. Surabi Bandung sedikit berbeda dengan serabi solo. Surabi memiliki bentuk yang lebih tebal dan lebih gurih serta padat dibanding serabi solo. Surabi tradisional Bandung biasanya dimasak dengan menggunakan tungku kayu dan gerabah tanah liat.

Baca Juga : 7 Jajanan Anak Sekolah Yang Paling Enak

Bau hangus dari lapisan gerabah memberikan aroma khas. Surabi biasanya diberi toping oncom, kinca atau bahkan tanpa topping sama sekali. Dengan kreativitas pemuda Bandung, surabi kini tampilannya lebih modern dengan aneka topping bahan makanan kekinian yang juga tidak kalah menggoda. Meski berawalan huruf C tapi jajanan yang satu ini bukan berasal dari aci melainkan peuyeum alias tape bandung. Colenak merupakan penjelasan dari cara makan jajanan tersebut, yaitu dicocol enak. Colenak berasal dari peuyeum yang dibakar lalu disajikan dengan saus gula jawa cair dan ditambah dengan parutan serutan kelapa. Hmm.. sudah kebayang belum rasa manis gurih dari colenak? Kalau belum maka kamu wajib mampir ke jajanan colenak saat jalan-jalan ke Bandung. Secara tampilan, cuanki mirip sekali dengan bakso malang. Hanya saja, cuanki tidak menggunakan mie kuning. Isiannya meliputi tahu putih isi aci, bakso, siomay, pangsit rebus, pangsit goreng dan bakso goreng. Kuahnya dibiarkan bening dan hanya ditambahkan sedikit daun bawang dan bawang goreng. Rasanya gurih dan cocok untuk disantap saat cuaca dingin. Kalau kamu adalah penggemar batagor pasti kamu sering lihat gerobak penjual makanan bertuliskan batagor Bandung meski sedang tidak berada di Bandung.

Walaupun kamu sudah sering menyantapnya, jangan lupa untuk sempatkan diri makan batagor di Bandung agar bisa merasakan keaslian sajiannya. Batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng yang disajikan dengan saus kacang dan kecap. Biasanya ditambahkan ikan tengiri ke dalam adonan batagor untuk menambah cita rasa gurih. Tidak lengkap rasanya jalan-jalan ke Bandung tanpa mencicipi siomay Bandung yang melegenda. Walaupun saus kacangnya sama dengan batagor, siomay bukan digoreng, tapi dikukus. Selain itu, siomay juga dilengkapi dengan pare, kentang dan sayur kubis yang tidak bisa kamu temukan di batagor. Tapi satu hal yang pasti, dua-duanya sama-sama maknyus! Sesuai namanya, makanan yang satu ini merupakan olahan dari bakso yang digoreng. Namun ada juga yang membuatnya berbentuk seperti keripik. Dua-duanya sama-sama enak dan pasti bikin kamu ketagihan. Keripik bakso goreng biasanya diberi bumbu gurih pedas dengan beberapa tingkatan level. Sedangkan kudapan bakso goreng cukup disantap dengan menggunakan sambal atau cabe rawit hijau yang pedas. Nama jajanan Bandung memang selalu penuh arti.