Sosialisasi Makanan Jajanan Anak Sekolah

Sosialisasi Makanan Jajanan Anak Sekolah

Infomakanan.com – Makanan Jajanan Anak Sekolah merupakan contoh dimana sekolah memiliki peran penting dalam pencapaian kesehatan masyarakat, terutama kesehatan siswa sekolah. Peran penting ini telah diakui dan didorong oleh WHO pada tahun 2008 melalui pencanangan Konsep Sekolah Sehat, atau sekolah yang mempromosikan kesehatan (health promoting school). Hal serupa telah diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 79 tentang Kesehatan Sekolah. Sekolah merupakan institusi yang dapat menciptakan pembelajaran, pertumbuhan, dan perkembangan harmonis peserta didik untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Oleh karenanya, kemampuan hidup sehat peserta didik, dan lingkungan pendidikan yang sehat, perlu diwujudkan dan menjadi tujuan penyelenggaraan Kesehatan Sekolah. Dalam konteks lingkungan pendidikan yang sehat, maka makanan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi menjadi suatu keharusan. “Makanan jajanan anak sekolah mempunyai peran penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi peserta didik/siswa sekolah. Namun, keamanan makanan jajanan anak sekolah masih perlu menjadi perhatian kita semua, masih sekitar 40 – 44% makanan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat kesehatan”.

Demikian disampaikan oleh Kasubdit Produksi Kosmetika dan Makanan Dra. Vita Picola Haloho, Apt ketika membacakan sambutan Direktur Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian dalam acara Sosialisasi Makanan Jajanan Anak Sekolah (MJAS) Aman, Bermutu dan Bergizi, yang berlangsung pada tanggal 18 s.d 20 September 2014 di Swiss Belhotel Samarinda, Kalimantan Timur. Guna mewujudkan makanan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi diperlukan upaya pembinaan kepada penyedia dan pedagang makanan jajanan. Upaya ini bersifat lintas sektor dan program, melibatkan pihak swasta dan masyarakat mengingat luasnya cakupan. Untuk itu, diperlukan kesamaan pemahaman, keterpaduan komitmen, dan kesatuan langkah agar pembinaan makanan jajanan anak sekolah dapat memperoleh hasil yang optimal. Kegiatan Sosialisasi Makanan Jajanan Anak Sekolah (MJAS) dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan materi makanan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi dalam rangka pembinaan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pertemuan dengan diikuti oleh 110 peserta, yang terdiri dari 55 orang unsur pendidikan di wilayah Kota Samarinda, serta 55 orang dari petugas Puskesmas, Dinkes Kota Samarinda, dan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya dari Dit. Penyehatan Lingkungan, Dit. Bina Gizi, Dit. Bina Kesehatan Anak, Pusat Promosi Kesehatan, dan Dit. Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk paparan dan diskusi dengan narasumber. Selain penyampaian materi, pada acara ini juga diperkenalkan model permainan ular tangga MJAS yang lebih komunikatif untuk digunakan di sekolah.

Meskipun namanya mengandung kata “Ambon”, Bika Ambon dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan. Di Medan, Jalan Mojopahit di Medan Petisah merupakan kawasan penjualan Bika Ambon yang paling terkenal. Di sana terdapat sedikitnya 40 toko yang menjual kue ini. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10mg kalsium, 1,2mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil. Bika Ambon ini adalah zat pati yang tergantungnya. Bika Ambon yaitu kuning telur. Hasil penelitian Surey (1999) menunjukkan bahwa karotenoid kuning telur berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah peroksidasi lipid jaringan. Selain fungsi antioksidan, fungsi lain karotenoid adalah pada sistem kekebalan tubuh. Onde-onde adalah sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia. Kue ini sangat terkenal di daerah Mojokerto yang disebut sebagai kota onde-onde sejak jaman Majapahit. Onde-onde dapat ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima.

Onde-onde juga populer khususnya di daerah pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri. Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Terdapat bermacam-macam variasi, yang paling dikenal adalah onde-onde yang terbuat dari tepung ketan dan di dalamnya diisi pasta kacang hijau. Variasi lain hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum, yang merupakan onde-onde khas dari kota Mojokerto. Tepung ketan memiliki amilopektin yang lebih besar dibandingkan dengan tepung-tepung lainnya. Amilopektin inilah yang menyebabkan tepung ketan (beras ketan) lebih pulen dibandingkan dengan tepung lainnya. Makin tinggi kandungan amilopektin pada pati maka makin pulen pati tersebut, semakin tinggi amilopektin maka akan semakin mudah dicerna di dalam tubuh. Onde-Onde adalah kacang hijau didalamnya, Kacang hijau mengandung 20-25 persen protein. Protein pada kacang hijau mentah memiliki daya cerna sekitar 77 persen. Keseimbangan asam amino pada kacang hijau mirip dan sebanding dengan kedelai.

Baca Juga : 7 Jajanan Pasar Khas Thailand

Kandungan lemak dalam kacang hijau relatif sedikit (1-1,2 persen,Lemak kacang hijau sebagian besar tersusun atas asam lemak tidak jenuh oleat (20,8 persen), linoleat (16,3 persen) dan linolenat (37,5 persen). Linoleat dan linolenat merupakan asam lemak esensial yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak balita. Kacang hijau juga mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh manusia. Mineral seperti kalsium, fosfor, besi, natrium dan kalium banyak terdapat pada kacang hijau.Selain itu, kacang hijau juga merupakan sumber serat pangan (dietary fiber). Kadar serat dalam kacang hijau dapat mencegah terjadinya sembelit (susah buang air besar), serta penyakit lainnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Biji wijen mengandung 50-53% minyak nabati, 20% protein, 7-8% serat kasar, 15% residu bebas nitrogen, dan 4,5-6,5% abu. Minyak biji wijen kaya akan asam lemak tak jenuh, khususnya asam oleat (C18:1) dan asam linoleat (C18:2, Omega-6), 8-10% asam lemak jenuh. Dan masih banyak lagi kue jajanan pasar khas indonesia yang mengandung zat gizi yang baik. Secara garis besar yang ditonjolkan untuk makanan jajanan pasar ini adalah pengolahan yang baik, secara umum pengolahan makanan jajanan pasar ini diolah dengan sangat baik, artinya pengolahan yang tidak terlalu merusak zat gizi yang ada didalamnya.