Jenis Jajanan Pasar Dan Juga Manfaatnya Untuk Anak – Kinerjaaktif – Medium

Jenis Jajanan Pasar Dan Juga Manfaatnya Untuk Anak - Kinerjaaktif - Medium

Infomakanan.com – Begini kawan jajanan pasar beragam kuliner atau jajanan pasar begitu sehat untuk badan. Maka dari itu sangat penting untuk kita untuk memberi pengetahuan untuk anak kita tentang jajanan pasar yang sehat. Tentunya sebagai orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan makanan yang berkualitas (sehat dan bergizi). Sudah banypak anak sekolah makan jajanan di pinggir jalan di tempat sekolah mereka yang banyak tanda tanya, makanan itu sehat atau tidak untuk anak kita. Di lain sisi juga banyak orang tua yang tak memperhatikannya, dan tidak memperkenalkan jajanan pasar warisan dari nenek moyang. Jajanan tradisional di bentuk sekian rupa dan dibuat dengan higienis, tentu jajanan pasar tersebut merupakan jajanan yang sehat karena jarang sekali jajanan pasar yang memakai pengawet sekalipun.

Ketika anak-anak tinggal di daerah kotanya masing-masing mengenal jajanan pasar, namun tidak semuanya 100% mengenalnya. Dan ini merupakan tanggung jawab sebagai orang yang sudah dewasa dan tahu pengalaman tentang makanan mana yang baik atau tidaknya, maka dari itu kita harus memperkenalkannya ke anak kita. Namanya mungkin sudah banyak didengar dan dikenal dengan ciri khas dari bentuknya.

Berbentuk bulat, dan kulitnya sendiri diolah dari ketan yang ditaburi wijen gurih renyah. Isi dari onde-onde ini pada umumnya ada kacang hijaunya sangat manis. Onde-onde sendiri juga termasuk dalam kategori kue basah dan sudah menjadi favorit untuk kalangan menengah ke bawah. Rasa dan kemudian dari teksturnya sangat khas. Kenyal dan manis serta kalau dipandang begitu menggoda untuk kita makan. Olahan untuk membuatnya dari tepung kanji. Bahkan jajanan pasar yang satu ini sudah menjadi buruan para pecinta kuliner tradisional. Bukan naga dan bukan nama orang. Nagasari merupakan jajanan pasar yang terbuat dari adonan tepung beras yang di dalamnya diisi sama pisang. Kemudian diselimuti dengn daun pisang yang memberi kesan khasnya dan kebudayaan tradisional. Di jaman serba modern seperti ini hal-hal yang berbau tradisional yang sangat dicari dan menarik dari bentuk dan teksturnya yang kenyal. Gethuk dari namanya sendiri sudah jelas sangat tradisional dan terkenal tersebar di nusantara. Rasanya manis dan pada umumnya, saat makan dengan memakai parutan kelapa muda. Sangat menarik untuk dirasakan dan begitu exotic. Jajanan pasa dengan asli berbahan dasar dari tepung ketan, bentuknya sendiri bulat, dan isinya gula merah. Kemudian atasnya ditaburi sebuah kelapa yang sudah diparut. Kue putu sendiri sama persis dengan klepon, namun ini yang menjadi sebuah pembeda adalah karena bahan dasarnya dari tepung beras saja dan terdapat gula di dalamnya. Bahkan kue ini sering disajikan dengan taburan kelapa parut di atasnya. Aroma sangat harum yang khas dari daun pandan.

Ciri makanan yang mengandung Rhodamin B: 1. Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik. 2. Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun). 3. Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya. 4. Baunya tidak alami sesuai makanannya. 2.5. Penyakit Bawaan Makanan Penyakit bawaan makanan adalah penyakit umum yang dapat diderita seseorang akibat memakan sesuatu makanan ynag terkontaminasi mikroba pathogen, kecuali keracunan. Beberapa penyakit bawaan makanan yang masih seringkali dapat di Indonesia dapat disebabkan oleh virus, bakteri, protozoa, dan metozoa. Makanan dapat terkontaminasi mikroba karena beberapa hal: a. Mengolah makanan atau makan dengan tangan kotor, b. Memasak sambil bermain dengan hewan peliharaan, c. Menggunakan lap kotor untuk membersihkan meja, perabotan bersih, dan lain-lainnya, d. Dapur, alat masak dan makan yang kotor, e. Makanan yang sudah jatuh ke tanah masih dimakan, f. 26. g. Makanan mentah dan matang disimpan bersama-sama, h. Makanan dicuci dengan air kotor, i. Mekanan terkontaminasi kotoran akibat hewan yang berkeliaran di sekitarnya, j.

Baca Juga : Bikin Kangen! 5 Jajanan Tradisional Yang Kian Susah Didapat

Sayuran dan buah-buahan yang ditanam pada tanah yang terkontaminasi, k. Pengolahan makanan yang sakit atau carrier penyakit, l. Pasar yang kotor, banyak insekta, dan sebagainya. Tabel 2.2. Beberapa Penyakit Bawaan Makanan Penyakit Penyebab Viral : Diare Rotavirus Hepatitis Virus Hepatitis A Bakterial Cholera Vibrio cholerae Dysentrie bacillaris Shigella sp. 27. Taeniasis Taenia saginata Taenia solium Fasciopsiasis Fasciolopsis buski Sumber : Benenson, Abram S., (1970) 2.6. Upaya Pencegahan Penyakit Bawaan Makanan Pencegahan penyakit ini dpat dilakukan sebagai berikut : 1. Pemilihan bahan baku yang sehat, tidak busuk, warna yang segar; 2. Penyimpanan bahan baku jangan sampai terkena serangga, tikus, atau jangan sampai membusuk; 3. Pengolahan makanan yang higienis serta prosesnya dapat mematikan penyebab penyakit dan peralatan masak harus bersih; 4. Pengolahan makanan bukan carrier penyakit, dan tidak sakit; 5. Penyajian makanan tidak terkena lalat, debu, dan udara kotor, peralatan makan yang higienis (terutama di tempat umu); 6. Penyajian makanan harus mendapat surat keterangan sehat; 7. Penyimpanan makanan matang jangan sampai terkontaminasi dan membusuk. Demikian pula dengan penyakit yang disebabkan bahan kimia seperti Cd, Hg, Co, dan seterusnya, pencegahannya tidak jauh berbeda, yang paling penting adalah pemilihan bahan baku.

Kesehatan makanan ini tidak saja penting untuk kesehatan masyarakat secara langsung, tetapi dapat juga menimbulkan kerugian besar pada pengusaha yang mengexpor produk makanan. 28. 2.7. Kerangka Teori Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perubahan Perilaku Lawrence Green (1980), Teori Status Kesehatan H.L.Blum (1968), dan Teori Bentuk Dukungan Keluarga Friedman (1998). Kerangka Teori Sumber : Green, L (1980) dalam Notoatmodjo, S (2003) Sumber : H.L. 29. BAB III KERANGKA PIKIR Merujuk dari kerangka teori, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang pengetahuan dan tindakan dari orang tua siswa, para pedagang makanan disekolah dan juga pihak sekolah terhadap bahaya jajanan makanan yang dijual di SD N 05 Indralaya, maka disusunlah kerangka pikir penelitian berdsasarkan teori H.L. 30. BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan mendapatkan informasi yang mendalam tentang pengetahuan pedagang, orang tua dan pihak sekolah terhadap penambahan zat berbahaya pada jajanan anak di Sekolah Dasar Negeri 05 Indralaya.